Healthy

3 Cara Mengobati dan Merawat Jerawat

Tidak ada satupun pengobatan yang terbaik untuk mengatasi jerawat dan direkomendasikan menggunakan kombinasi pengobatan. Karena lesi jerawat dapat mucul sedikitnya selama 8 minggu, pengobatan jerawat harus dilakukan minimal selama 2 atau 3 minggu agar pengobatan yang dilakukan dapat efektif.

Perawatan jerawat yang baik dimulai dari cara mengatasi jerawat dengan perawatan kulit yang baik, hal ini merupakan aspek penting dalam pengobatan jerawat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mencuci muka lebih dari dua kali dalam sehari menggunakan sabun biasa (bukan khusus wajah) dan air hangat serta jangan menggosok kulit wajah terlalu kuat, karena akan memperparah jerawat dan membahayakan permukaan kulit. Menggunakan telapak tangan untuk membersihkan wajah, jangan menggunakan handuk atau kain. Jangan memencet jerawat, karena dapat menyebabkan jerawat menjadi lebih parah dan menyebabkan kulit meradang serta memicu jaringan parut (kulit menjadi kasar dan rusak) bahkan dapat memicu jerawat mengalami infeksi.

Penggunaan pelembab wajah non komedogenik dapat mengurangi kulit yang kering dan mengelupas, yang merupakan efek samping dari pengobatan jerawat. Gunakan krim kulit pelindung dari sinar matahari yang mengandung SPF 30 atau lebih berfungsi untuk menghalangi paparan sinar ultraviolet A dan B karena beberapa jenis obat jerawat memiliki efek samping dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari (retinoid, doxycycline) untuk mencegah bahaya dari matahari dan hindari paparan sinar matahari yang berlebihan.

Perawatan lebih lanjut dalam mengatasi jerawat tergantung dari tingkat keparahan jerawat (ringan, sedang, berat) dan waktu penyembuhannya. Perawatan jerawat yang tingkatnya ringan dapat menggunakan produk perawatan jerawat yang dapat dibeli tanpa resep dokter akan membaik, tetapi pemakaiannya dalam area yang kecil saja selama tiga hari. Kemudian dilihat apakah ada efek samping yang timbul, karena beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap produk perawatan jerawat. Jika setelah tiga bulan tidak ada perbaikan, maka jerawat yang anda alami adalah jerawat dengan tingkat keparahan sedang atau berat. Segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli kulit untuk mendapatkan nasihat terbaik dan perawatan kulit berjerawat yang paling efektif.


Healthy

6 Makanan Pemicu Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi, adalah penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat. Sebagian orang menganggap enteng penyakit ini, karena gejalanya yang ringan, bahkan tidak jelas. Padahal, penyakit ini disebut dengan “silent killer” karena berpotensi menyebabkan komplikasi yang berat sampai kematian. Salah satu komplikasi beratnya adalah stroke, yaitu gangguan fungsi otak yang terjadi mendadak yang mengharuskan terapi stroke, karena adanya gangguan pembuluh darah otak. Para ahli mengatakan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol meningkatkan risiko seseorang terkena stroke 4-6 kali lebih besar. Hal ini dikarenakan hipertensi menyebabkan pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Selain itu, tensi yang tinggi juga dapat menyebabkan kelemahan pembuluh darah otak sehingga lebih mudah pecah. Beberapa jenis makanan pemicu hiptertensi:

  1. Garam
    Garam atau natrium sebenarnya merupakan mineral penting bagi tubuh. Normalnya, ginjal akan mengatur kadar natrium yang beredar dalam tubuh, dan membuang kelebihan natrium melalui air seni. Akan tetapi, apabila kadar natrium tubuh terlalu tinggi, ginjal tidak sanggup mengeluarkan seluruhnya sehingga natrium akan beredar di dalam pembuluh darah
  2. Acar
    Acar memang rendah kalori dan baik untuk tubuh, tetapi memiliki kandungan natrium yang tinggi. 1 buah acar mentimun bisa mengandung 570 mg natrium, yang setara dengan sepertiga dari jumlah maksimum sodium perhari (2300 mg).
  3. Mie instan
    Sebungkus mie instan mengandung 14 gram lemak dan 1,580 mg natrium.
  4. Makanan olahan
    Makanan olahan memang praktis dan bisa langsung dihangatkan atau dikonsumsi. Tetapi sayang, bahan kimia dan garam di dalamnya sangat banyak.
  5. Makanan kalengan
    Makanan kalengan selalu menambahkan garam yang cukup banyak didalamnya. Maka, meskipun isinya buah atau sayuran , sebaiknya makanan jenis ini juga dihindari.
  6. Produk roti
    Makanan berikutnya yang wajib dijauhi penderita hipertensi adalah produk roti. Pasalnya, produk roti penuh dengan lemak jenuh dan garam berlebihan. Bagi penggemar roti, sebaiknya membuatnya sendiri di rumah. Dengan demikian, kandungan lemak, garam, serta bumbu lain yang digunakan dapat terkontrol.