Islam

Nubuat Akhir Zaman

Kehidupan manusia di dunia beraawal dari keluarnya Adam dan Hawa dari surga, turun ke dunia untuk memulai kehidupan baru. Saat itu Allah memperingatkan keduanya untuk mewaspadai seteru abadi mereka , Iblis dan anak keturunannya. Demi membimbing keduanya dan anak keturunannya agar bisa kembali ke surga dan tidak tertipu oleh Iblis dan anak keturunannya, Allah membekali keduanya dengan petunjuk, Barangsiapa mengikuti petunjuk-Nya niscaya akan selamat di dunia dan akhirat.

Petunjuk Allah hadir dalam wujud para Nabi dan Rasul yang membawa kitab suci dan wahyu dari Allah. Setiap kaum dibimbing oleh seorang Nabi atau lebih. Ketaatan umat manusia kepada Allah dan petunjuk-Nya mencapai puncaknya pada masa Rasulullah, dan dua generasi selanjutnya. Pada ketiga generasi utama tersebut, kehidupan masyarakat didominasi oleh ilmu yan bermanfaat dan amal yang shalih Keamanan, keadilan dan kemakuran dapat dirasakan oleh segenap orang yang beriman.

Nubuat Akhir Zaman dalam Islam

nubuat akhir zaman

Sayangnya, setelah itu berangsur-angsur terjadi penurunan dan kemunduran. Keshalihan mulai dinodai oleh berbagai kemaksiatan dan kemungkaran. Keadilan mulai digantikan oleh kezhaliman. Tauhid mulai diselingi bahkan dicampuri oleh kesyirikan. Sunnah Rasulullah mulai dilupakan dan ditinggalkan, sementara bid’ah mulai digeluti dan dijunjung tinggi. Keamanan mulai menjadi barang yang langka, sementara kekacauan mulai hangat terasa. Penipuan, kedustaan, penyalahgunaan amanat, dan kerusakan sosial lainnya menjadi pemandangan sehari-hari. Demikianlah keadaan umum umat manusia diakhir zaman.

Rasulullah menerangkan fenomena tersebut dalam sabdanya, 

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudan generasi sesudahnya ( tabi’in ), kemudian generasi sesudahhnya ( tabi’it tabi’in ). Kemudian setelah mereka, datang sebuah kamu yang kesaksiannya mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.”

Sahabat Anas bin alik juga meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,

“Tidak datang kepada kalian sebuah zaman, kecuali zaman yang sesudahnya akan lebih buruk lagi keadaannya. Hal deikian itu akan terus berlangsung sampai kalian menghadap Rabb kalian”

Sebuah kesimpulan didasakan kepada mayoritas realita yang ada, bukan kepada satu dua realita pengecualian. Demikian pula dengan hadits diatas. Memang, beberapa kali zaman yang baru lebih baik dari zaman sebelumny. Era kekhilafan Umar bin Abdul Aziz yang aman, damai adil dan makmur merupakan salah satu contohnya. Namun, zaman kejayaan umat Islam seperti itu hanya berlangsung singkat. Selebihnya kekacauan dan ketidakstabilan lebih banyak terjadi. Kezhaliman seringkali enindas keadilan, kemungkaran menindih keshalihan dan kesengsaraan mengalahkan kemakmuran.

Demikianlah keadaan umum yang akan berlangsung sampai hari kiamat. Tentu saja, zaman Al Mahdi, Nabi Isa dan Khilafah Rasyidah di akhir zaman adalah sebuah pengecualian. Apabila pada zaman ini kita menyaksikan kesyirikan, kemnungkaran , kezhaliman dan kekacauan melanda hampir setiap jengkal dimuka bumi, maka pada masa-masa selanjutnya kita akan menyaksikan hal-hal yang lebih buruk lagi. Semuanya akan bertambah parah, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Itulah kondisi akhir zaman menjelang kiamat. Dan kita, setidaknya, kini tengah memasuki pintu gerbanga keadaan yang seperti itu. Bersiaplah dengan mempelajari dan membaca zikir akhir zaman pdf . Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang beruntung.


Islam

Keajaiban di Balik Keharusan Utk Wudhu

Wudhu menjadi diantara satu syariat dalam Islam. Seperti yg didapati bahwa Allah SWT memerintahkan semua umat Islam utk laksanakan bersihkan diri (ber wudhu) saat sebelum dirikan shalat, baik sholat mesti lima saat atau sholat sunnah. Hal tersebut berada pada dalam QS Al-Ma’idah 5 : 6. Tdk cuma itu, berwudhu merupakan diantara satu ketentuan yang wajib dipenuhi biar beribadah shalat yg dilaksanakan di terima oleh Allah. Andaikan dipandang dari kaca mata umum, berwudhu tujuannya merupakan utk bersihkan diri dari najis atau hadats kecil yg melekat pada badan. Hadast yg bertujuan merupakan kencing, madzi, kotoran manusia serta beda sebagainya. Akan tetapi di balik tujuannya itu, nyata-nyatanya berwudhu miliki arti yg dapat di katakan sangatlah mendalam. Di mana berwwudhu bukan hanya sekadar utk memelihara diri dari kebersihan, akan tetapi juga menyehatkan tidak tahu dari sisi psikis atau fisik. Dengan berwudhu jadi kesehatan rohani serta jasmani bakal terus-menerus terbangun dengan baik.Hal tersebut dibuktikan dengan cara segera oleh pengetahuan kedokteran. Dalam analisa yg udah ada sat ini, faedah berwudhu amatlah banyak.

Walaupun kesibukan ini sangatlah simple, enteng serta murah bahkan juga kerap dikira remeh, sebetulnya berwudhu benar-benar miliki hikmah yg sangatlah mengagumkan. Tahukah Anda bahwa dengan berwudhu ada sangat banyak mukjizat yg sangatlah menakjubkan. Karena amat mengagumkannya, banyak orang-orang non muslim yg masuk islam lantaran memahami mukjizat dari berwudhu. Hal tersebut semestinya memberikan bahwa apa pun yg diperintahkan oleh Allah SWT pastinya mempunyai kandungan arah yg berfaedah oleh semua umatnya. Andaikan seorang melakukan serta mengerjakan Wudhu dengan benar sama sesuai keputusan yg ada jadi niscayalah bahwa tubuhnya bakal tetap sehat serta dapat terbebas dari bermacam ragam penyakit dimulai dari pilek, asma, kulit, kudis, kurap, sinusitis, migren, serta beda sebagainya.

Walaupun Wudhu merupakan syariat dalam islam yg mesti, nyata-nyatanya banyak muslimin yg beranggap hal tersebut remeh. Hal tersebut tentu sangatlah disayangkan mengingat kesibukan ini miliki kegunaan yg menakjubkan. Banyak orang-orang yg melakukan diantara satu ketentuan sah sholat ini sembarangan. Walaupun sebenarnya dalam banyak hadist, diriwayatkan terhadap umat islam utk menyempurnakan wudhunya biar jadi salah satunya dari grup Rasulullah SAW.


Islam

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Membaca Ayat Kursi

Banyak kita temukan bacaan ayat kursi latin yang mengedar di tanah air. Bacaan ayat kursi yang ditulis dengan latin ini bukanlah saja untuk menuliskan terjemahan atau arti dari ayat kursi. Walau demikian tulisan latin ini di buat untuk menuliskan tulisan arab ayat kursi serta jadikan berbentuk latin. Hal semacam ini dikerjakan untuk memberi keringanan dalam membaca ayat kursi terlebih untuk beberapa orang yang belum juga dapat kuasai tulisan arab dengan baik.

Indonesia yaitu negara yang memakai tulisan latin jadi tulisan paling utama dalam berkomunikasi serta berhubungan. Hingga untuk mempermudah dalam kuasai ayat-ayat Al-Qur’an, seringkali yang mencetaknya atau membuatnya dengan tulisan latin termasuk untuk ayat kursi latin.

Bukan sekedar itu saja, walau demikian sesungguhnya membaca ayat kursi latin ini mempunyai beragam kekurangan serta kekurangan. Hingga baiknya Anda tetaplah berushaa untuk selalu pelajari tulisan arab supaya dapat membaca dengan baik serta pas. Di antara kekurangan serta kekurangan itu adalah seperti berikut :

  1. Tajwid yg tidak terbaca

Tulisan latin dalam ayat kursi ini akan tidak dapat memerlihatkan dengan baik tajwid-tajwid didalam bacaan. Walau sebenarnya membaca tulisan Arab mesti dibarengi dengan tajwid supaya mempunyai arti. Misalnya membaca “min fadhlih”, Anda mesti membacanya dengan tajwid ikhfa’ tetapi Anda juga akan kehilangan peluang itu karna tidak lihat tulisan arabnya dengan segera. Hingga menuliskan Anda untuk menerapkan tajwid. Diluar itu, seperti yang kita kenali kalau membaca ayat Al-Qur’an mesti dikerjakan lewat cara yang baik serta benar.

  1. Kalimat yg tidak terbaca dengan benar

Hal semacam ini kerapkali berlangsung. Karna terdapat banyak huruf hijaiyah yang susah untuk dituliskan dalam tulisan latin. Misalnya “dza” serta “dho” yang begitu susah untuk dibedakan dalam tulisan latin. Atau umpamanya tulisan “sa” dengan “shod” di mana pengucapannya kerapkali di buat sama. Walau sebenarnya hal semacam ini juga akan memberi arti yang berlainan.

  1. Ayat kursi di baca dengan terbata-bata

Membaca jadi terbata-bata karna mesti berpikir lebih keras. Berpikir untuk menerjemahkan kata dan berpikir untuk memasukkan tajwid didalamnya.